Showing posts with label Tips Penting Untuk Pendaki Pemula. Show all posts
Showing posts with label Tips Penting Untuk Pendaki Pemula. Show all posts

Saturday, 20 June 2015

Ini dia barang yang harus di bawa saat mendaki gunung

04:54 No Comments


A. Perlengkapan Utama
Sepatu dan kaus kaki.
Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
Senter dan batere dan bolam ekstra.
Ponco atau raincoat.
Matras.
Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
Topi rimba.
Tempat minum atau veples.
Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
Obat-obatan pribadi (P3K set).
Pisau saku.
Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
Nesting dan sendok dan cangkir.
Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
Survival Kit).
Peta dan kompas.
Altimeter (kalau punya).
Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
Parang tebas dan batu asah.
Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
Sandal jepit.
Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
Kaus tangan.
Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.

B. Pakaian
Pakaian dalam.
Celana pendek.
Celana panjang.
Kaos/t-shirt.
Sweater atau parka.
Jaket (tahan air).
Sarung.
Kerpus atau balaclava.
Scarf atau slayer.
Hem lengan panjang.
Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
Kaus tangan.
Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit
Betadine.
Kapas.
Kain kassa.
Perban.
Rivanol.
Alkohol 70%.
Obat alergi: CTM.
Obat maag.
Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
Parasetamol.
Antalgin.
Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
Obat keracunan: Norit.
Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).

D. Survival Kit
Kaca cermin.
Peniti.
Jarum jahit.
Benang nilon.
Mata pancing dan senar pancing.
Silet atau cutter.
Korek api dalam wadah water proof dan lilin.

E. Lain-Lain
KTP atau Kartu Pelajar
Uang
Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
Radio kecil dan batere cadangan.
Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).

sekian info tips barang yang harus di bawa saat mendaki gunung semoga bermanfaat

Read More...


Tuesday, 12 May 2015

Tips Menghadapi Cuaca Buruk Di Gunung

04:04 1 comments


berikut ini saya akan memberikan tips tentang Tips Menghadapi Cuaca Buruk Di Gunung

Dalam kegiatan di alam terbuka seperti mendaki gunung, sering kali pendaki berada dalam dalam cuaca yang kurang baik bahkan buruk. Banyak kecelakaan yang berujung pada kematian yang diawali oleh cuaca yang buruk. Hal ini bisa terjadi karena dampak dari cuaca buruk adalah sebagai berikut :

menimbulkan kepanikan, terutama jika pendaki masih pemula, mental belum terlatih, perlengkapan tidak memadai, dan tidak kenal medan.
disorientasi, cuaca buruk yang datang akan membuat pendaki kehilangan orientasi, tantu saja jika pendaki mengalami disorientasi maka keputusan-keputusan yang diambil oleh pendaki bisa berakibat fatal, contoh kabut tebal yang datang tiba-tiba akan membuat jarak pandang terbatas dan pendaki bisa tersesat bahkan masuk jurang.
hipotermia, cuaca yang buruk seperti hujan lebat berpotensi menimbulkan hipotermia bagi pendaki, hipotermia yang terjadi saat cuaca buruk akan menambah kepanikan dan berujung pada penanganan yang kurang tepat, tidak sedikit pendaki yang akhirnya memperoleh gelar almarhum karena terkena hipotermia
cedera, perlengkapan yang tidak memadahi misalnya sepatu yang tidak standard, pakaian yang tidak semestinya akan menimbulkan cedera bagi pemakainya saat terjadi cuaca yang ekstrim.
Meskipun terdengar simple, cuaca buruk bisa menimbulkan kematian, untuk menghindari kecelakaan (bahkan kematian) pendaki saat terjadi cuaca buruk maka pendaki perlu melakukan antisipasi sebagai berikut :

pastikan bahwa peralatan yang dibawa dan dikenakan sesuai standard keselamatan dan bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. contoh, gunakan sepatu trekking yang melindungi mata kaki dan sol yang mampu mencenkeram tanah, tenda untuk perlindungan, pakaian yang cepat kering dan ringan, peralatan memasak yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghangatkan badan, dan pisau untuk keadaan survival, pastikan pula bahwa pendaki mampu menggunakan peralatan itu dengan baik.
manfaatkan prakiraan cuaca yang bisa diakses di BMKG, pelajari juga tren cuaca yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
sebelum melakukan perjalanan pastikan bahwa medan yang akan dilalui sudah dikenali, jika belum kenal medan maka ajak orang yang sudah kenal medan, atau lengkapi diri dengan peralatan navigasi.
jangan melanggar kearifan lokal yang berlaku di tempat tersebut.
sebaiknya jangan melakukan perjalanan sendirian, ajak teman lain dan jangan terpisah dari rombongan.
Jika cuaca buruk terjadi maka yang harus dilakukan adalah :

biasanya cuaca buruk akan didahului oleh tanda-tanda alam seperti mendung tebal, halilintar, dan perilaku hewan, misal serangga dan burung-burung yang tiba-tiba menghilang atau tidak bersuara, jika sudah terjadi hal tersebut maka segera cari tempat yang aman, dirikan tenda atau buat perlindungan dan segera istirahat.
pastikan bahwa tempat perlindungan aman,  jangan beristirahat di bawah pohon yang rapuh atau di bawah tebing yang rawan longsor, atau di daerah aliran air, atau di daerah lintasan hewan.
jika cuaca buruk tiba-tiba datang dan belum sempat membuat perlindungan misal kabut tebal, maka lebih baik berhenti sambil melakukan observasi, jangan panik, dan setelah memperoleh tempat yang baik segera membuat tempat perlindungan.
sebaiknya jas hujan/ponco diletakkan di tempat yang mudah diambil sehingga ketika hujan lebat datang tiba-tiba bisa digunakan secara cepat untuk melindungi diri sambil menunggu mendirikan tenda/tempat perlindungan.
jika tidak mungkin untuk mendirikan tenda dan cuaca semakin buruk maka pilihan terbaik adalah kembali pulang melalui jalan yang sudah dikenali.
Keselamatan adalah faktor utama, jangan melawan alam, dan kendalikan diri saat cuaca buruk, jika melawan cuaca buruk maka siap-siap dengan gelar baru almarhum.
Read More...


Wednesday, 6 May 2015

Tips Saat Bertemu Ular Saat Pendakian Gunung

01:14 No Comments


berikut ini adalah Tips Saat Bertemu Ular Saat Pendakian Gunung 

Selama ini pesan banyak orang,  untuk menghindari ular maka lokasi di sekitar kita berdiam diri ditaburi garam, tapi  sayangnya saya tidak pernah percaya tentang ajaran tersebut, bahkan belum menemukan bukti kebenarannya. Sampai saat ini saya juga belum pernah melihat ada ular kabur atau mati karena garam. Tetapi kalau melihat potongan daging ular diberi lada, garam, dan bumbu lain dalam alat penggorengan malah sering.

Ular bukan bekicot atau keong yang akan reaktif terhadap garam, seandainya kita camping disekitar tenda ditaburi garam, lalu ular mendekat dan kesakitan karena garam bukankah malah berbahaya dan akan menyerang apapun disekitarnya, termasuk yang nabur garam jika ada di situ. Sayangnya belum pernah ada yang membuktikan jika ular menghindari garam.

Saya yakin dan berdasarkan pengalaman sekitar 8 tahun hidup di pedalaman Kalimantan yang sering berurusan dengan ular, untuk mengusir ular saya menggunakan zat dengan bau pekat yang bisa dirasakan oleh ular dari kejauhan. Bau-bauan yang extrim pasti akan dihindari ular, misal kapur barus, bensin, atau parfum. Indera penciuman ular cukup tajam, dan akan menghindar jika ada aroma yang ekstrim.

Daripada anda membuang-buang garam ketika camping maka sebaiknya semprot saja parfum ke tubuh anda, maka anda akan aman dari ular, kecuali anda sengaja usik ular yang mau ganti kulit, atau membuat luka ular yang sedang berjemur, atau berpapasan dengan ular saat bulan purnama, maka anda sedang bernasib kurang beruntung dan siap-siap almarhum atau RIP. Ular akan lebih reaktif saat kawin, dan bulan purnama, untuk itu jangan cari masalah saat ketemu ular kawin atau ketemu ular saat bulan purnama.

Simpan saja garam itu untuk memasak, atau untuk melepaskan lintah yang menggigit badan anda atau untuk nakut-nakuti bekitcot dan keong. Kalau ular takut garam, harusnya di laut nggak ada ular, ular laut malah lebih berbahaya dari ular biasa.

Tapi bagaimana jika ternyata karena nasib buruk, ular sudah menggigit dan ternyata ular tersebut beracun ?

Jika anda bukan pawang ular dan tidak kenal jenis-jenis ular dan tidak kebal ular maka sebaiknya seriuslah jika terjadi hal ini. Ular akan menggigit manusia jika terganggu. Gunung adalah habitat ular, dan ular bisa ada di mana saja, maka sebaiknya manusia yang mengalah untuk tidak mengganggu habitat ular.

Jika tergigit ular maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah :

Jangan panik, karena kepanikan akan mempercepat denyut jantung dan mempercepat racun ular.
Segera ikat bagian atas dan bawah gigitan untuk melokalisir racun ular. Normalnya bagian yang tergigit ular adalah kaki, risiko terbesar jika racun menyebar dan parah selain kematian adalah amputasi, pastikan bahwa bagian yang tergigit bukan bagian leher karena akan kesulitan membuat ikatan atas dan bawah luka, dan akan lebih kesulitan lagi jika harus terjadi amputasi.
Posisikan bagian tubuh yang tergigit ular lebih rendah dari jantung untuk mengurangi penyebaran racun ular.
Kurangi gerak badan, hemat energi, banyak gerak akan mempercepat peredaran racun.
Bawa ke rumah sakit terdekat secepatnya.
Dan terakhir, ketika anda naik gunung dengan perbekalan yang cukup, berdoalah semoga tidak bertemu ular. Selamat bertemu ular!
source : pendakigunung.org
Read More...


Saturday, 18 April 2015

Tips Penting Untuk Pendaki Pemula

15:47 No Comments



berikut ini adalah Tips Penting Untuk Pendaki Pemula

Jogging Rutin
Yang paling penting dalam sebuah pendakian adalah saat persiapan. Proses ini bisa jadi yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah pendakian. Pasalnya, mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan tapi sekaligus berat dan berbahaya.

Mendaki gunung membutuhkan kondisi fisik yang prima. Nah, salah satu jenis olahraga yang paling cocok untuk menyiapkan kondisi fisikmu adalah jogging. Jogging akan melatih kekuatan kaki dan nafasmu. Ketika mendaki, bukan kecepatan yang paling dibutuhkan, tapi kekuatan fisikmu untuk bertahan.

Selain rutin jogging, pendaki pemula sebaiknya tidak terburu - buru memulai pendakian ketika sampai di basecamp. Setidaknya, butuh aklimatisasi selama 1 hingga 2 jam. Aklimatisasi adalah proses adaptasi fisik di lingkungan baru. Misalnya, beradaptasi dengan suhu dan kelembaban udara. 

Jangan Memakai Celana  Jeans
Celana jeans sangat tidak disarankan untuk dikenakan saat mendaki gunung. Celana jeans cenderung menyerap dingin. Selain itu, jeans yang ketat juga akan menghambat peredaran darah dan mengakibatkan kram.

Gunung - gunung di Indonesia pada umumnya memilki hutan hujan tropis. Akibatnya, kemungkinan cuaca lembab atau hujan jadi lebih besar. Jika bahan jeans terkena air, butuh waktu lama untuk bisa kering. Jeans yang basah juga akan menambah beban pendakian, bahkan menyebabkan kedinginan atau hipotermia.

Lebih baik gunakan saja celana dengan bahan polyester. Jenis ini lebih ringan dan mudah kering jika terkena air, sehingga tidak akan menyulitkan pendakian pertamamu.

Komplitkan Peralatanmu
Persiapan perlengkapan juga tidak kalah penting. Perlengkapan mendaki biasanya dibagi menjadi perlengkapan tim dan individu. Perlengkapan tim misalnya tenda, alat masak, bahan bakar, alat penerangan hingga P3K. Sementara, perlengkapan individu terdiri dari air minum, bahan makanan, jaket hangat, senter, dan lain - lain. 

Pendaki pemula sebenarnya perlu mendapat pendidikan dan pelatihan dasar untuk pendakian. Mereka perlu diberi penjelasan secara rinci perihal manajemen perjalanan, persiapan perlengkapan mulai dari nol, perbekalan makanan, dan masih banyak lagi.

Gunakan Ransel Saja Daripada Keril
Para pendaki pemula lebih baik membawa ransel saja. Ini karena keril bisa terlalu berat dan menyebabkan cedera pada pundak atau punggung. Untuk pendakian pertama, sebaiknya pendaki fokus pada kondisi fisik dan pengenalan medan. 

Jangan Gengsi Untuk Minta Istirahat
Dalam sebuah tim pendakian, baik yang pemula maupun profesional harus bisa berkomunikasi dengan baik. Butuh kerja sama, kekompakan, dan solidaritas yang benar - benar nyata.
Ketika pendaki pemula merasa kelelahan, sebaiknya segera beri tahu pemimpin regu. Kadang, seorang pemula merasa gengsi untuk meminta istirahat ketika pendaki yang lain masih kuat berjalan. Padahal memaksakan diri hanya akan memperburuk keadaan. Pendaki bisa saja lemas karena kelelahan atau bahkan pingsan.

Atas alasan inilah pendaki pemula sebaiknya menemukan tim atau pendamping yang bisa membuatnya merasa nyaman. Meminta waktu istirahat sah - sah saja dilakukan ketika tubuh memang sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan.

Bawa Obat Tidur 
Istirahat sangat penting bagi pendaki. Pendaki pemula mungkin akan kesulitan tidur nyenyak karena belum terbiasa dengan kondisi gunung. Ketika seorang pendaki tidak cukup tidur, mereka akan mudah loyo ketika saatnya turun gunung. Padahal, turun gunung juga membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang tidak kalah kuat daripada saat naik.

Semua pendaki pasti berharap bisa sampai ke puncak, tapi tujuan tetaplah pulang ke rumah. Jadi, penting untuk menjaga fisik hingga benar - benar menyelesaikan perjalanan. 

Pastikan Kondisi Fisik Prima
Kondisi fisik sangat penting dalam sebuah kegiatan pendakian. Sebaiknya, batalkan pendakian jika mendadak terserang flu atau masuk angin. Memaksakan fisik yang kurang sehat untuk mendaki gunung justru bisa berakibat fatal.

Gunakan Pendamping Berpengalaman
Dalam pendakian perdana, seorang pendaki pemula butuh pendamping yang setidaknya sudah mengenal medan dan terbiasa mendaki gunung. Pendamping pendakian akan membantu pendaki pemula mulai dari proses persiapan hingga setelah kegiatan pendakian rampung.

Pendamping atau Pemandu yang baik adalah mereka yang bisa menciptakan suasana pendakian yang nyaman bagi pemula dan menciptakan suasana yang ‘cair’. Selain bisa memberikan penggemblengan selama kegiatan berlangsung, seorang pendamping dituntut untuk bisa bersikap sabar.

Bisa sukses mendaki sampai ke puncak gunung tentu menjadi harapan semua pendaki pemula. Namun, puncak bukanlah harga mati. Tidak jadi soal ketika akhirnya terpaksa menyerah lantaran kondisi sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Alam punya kekuatan besar yang jauh di atas manusia. Cuaca atau kondisi yang akan ditemui sepanjang pendakian mungkin tidak diduga - duga. Jangan sombong atau menganggap sepele sebuah pendakian. Meskipun mendaki dengan sistem tik - tok ( tanpa menginap ), pastikan untuk membawa perlengkapan komplit.

Naik gunung adalah olahraga yang aman ketika pendaki bisa mengutamakan keselamatan

sekian Tips Penting Untuk Pendaki Pemula & semoga bermanfaat
Read More...


Trip Adventure Indonesia Copyright © 2013
Powered by Blogger Published.. Blogger Templates